Rabu, 13 Desember 2017

Inilah Resep Jamu Untuk Bersihkan Rahim Selepas Datang Bulan Untuk Cegah Kumpulan Darah Kotor Yang Tersumbat. Begini Caranya!!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Bagi sebagian orang meminum jamu itu perlu namun ada pula bagi sebagian orang yang tidak suka minum jamu. Air jamu ini sangat bagus untuk membersihkan rahim selepas haid, bertindak untuk membuang angin dan memecah lemak serta mengatasi masalah bau badan dan kumpulan darah kotor. Orang tua selalu pesan supaya anak-anak perempuannya menjaga bagian dalaman terutama sekali bagian yang paling 1nt1m itu. Sebabnya di situlah juga terletak rahasia kebahagiaan rumah tangga.



Kalau ingin mantapkan dalaman, amalan sejak dahulu tentunya minum air jamu dan salah satu yang boleh kita praktikkan adalah minuman air jamu selepas haid. Tak perlu beli karena minuman ini boleh dibuat sendiri saja. Cukup mudah tapi khasiat untuk dalaman wanita tidak boleh disepelekan. Sebab khasiatnya itu lah jamu ini jadi jamu turun menurun dari satu generasi ke satu generasi.

Jamu Pasca Haid

Minum air rebusan ini setelah habis masa Haid 😘
Jahe (sebesar ibu jari)
Kunyit (sebesar ibu jari)
Serai (2 btg)
Daun Pandan (2 helai)
Madu (sesuai selera)
Air 3 gelas
Tambahan (jika perlu)
Sirih (2 helai) – utk masalah keputihan
Manjakani (1 biji) – utk merapat mi-ss v – (x sesuai untuk anak gad*is)

Cara membuatnya:
Rebus semua bahan hingga menjadi 1 cangkir air minum hangat-hangat hanya minum sebulan sekali saja setelah datang bulan (haid) 😉

Khasiatnya :
1. Membersihkan rahim selepas haid
2. Mengeluarkan angin dalam tubuh
3. Memecahkan lemak-lemak di perut
4. Mengurangkan masalah bau badan

Catatan:

Terapkan air ini sebulan sekali dan ingin diingatkan, air ini tidak sesuai untuk ibu mengandung. Air jamu ini tidak pahit bahkan harum. Cuma jika ditambah biji manjakani akan menjadi sedikit pahit. Jangan lakukan secara berlebihan karena sirih dan kunyit berlebihan akan menyebabkan cepat putus haid.

Nah sahabat medianda terkini artikel ini hanya bersifat informasi dan tidak untuk menggantikan pendapat ahli, dokter, atau profesional. Konsultasikan pada ahlinya sebelum anda menggunakan resep herbal ini. Semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+