Sabtu, 11 November 2017

Di Antara”Dua Pohon”Ini, Mana yang Akan Anda Tebang ? Orang yang Memahaminya, Prestasinya Kelak Dipastikan Luar Biasa !

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Mata kuliah pertama pada semester pertama, sang profesor tua tampak berjalan pelan memasuki kelas diiringi pandangan mata mahasiswa.



Sang profesor tidak membuka materi kuliahnya, tapi dengan santai mengajukan satu pertanyaan : “Jika kamu ke gunung untuk menebang pohon, kebetulan di depan ada dua pohon, satunya besar dan satu lagi kecil, pohon mana yang akan Anda tebang ?”

Begitu ditanya profesor, semua mahasiswa menjawab : “Tentu saja pohon yang besar.”

Profesor tua itu tersenyum sejenak dan berkata, “Yang besar itu hanya sebuah pohon populus/poplar biasa, tapi yang kecil itu adalah pohon pinus, jadi, pohon mana yang akan kalian tebang ?”

Mahasiswa pun berpikir serius, pohon pinus lebih berharga, jadi mereka pun mengubah jawabannya : “Tentu saja menebang pinus, poplar tidak berharga !”

Profesor tua itu kembali tersenyum dan mengajukan pertanyaan lagi : “Jika poplar itu lurus dan pinus bengkok-bengkok, pohon mana yang akan kalian tebang?”

Kali ini mahasiswa agak ragu, tapi sebagian besar memilih pohon poplar, karena pohon pinus, apalagi yang bengkok-bengkok, tidak bisa dibuat apa pun!Mata profesor tua itu tampak bersinar dan berkata : “Meskipun poplar itu lurus, tapi bagian tengahnya sebagian besar kosong, jadi, pohon mana yang akan kalian tebang ?”

Meski tidak mengerti apa maksud profesor tua menanyakan tentang hal itu, tapi mereka berpikir keras juga dan menjawab : “Kalau begitu pohon pinus saja, bagian tengah pohon poplar kosong tak berisi, tidak ada gunanya!”





Profesor tua itu bertanya lagi : “Meski pohon pinus itu tidak berongga, tapi terlalu melengkung, sehingga sangat sulit dipotong, jadi, pohon mana yang akan kalian tebang?”

Para mahasiswa sama sekali tidak mempertimbangkannya, mereka menjawab berdasarkan insting : “kalau begitu tebang pohon poplar, sama-sama tidak bisa dibuat apa-apa, jadi tentu saja pilih yang mudah ditebang!”

Lagi-lagi si profesor tua bertanya lagi : “Tapi ada sarang burung di atas poplar, dan beberapa ekor anak burung bersemayam di sarangnya, mana yang akan kamu tebang?”

Akhirnya, seseorang mengangkat tangannya dan bertanya: “Profesor, sebenarnya apa yang ingin Anda sampaikan kepada kami ? Tes apa sih yang sedang profesor lakukan pada kami ?”Sang profesor memandang sejenak mahasiswanya dan berkata : “Mengapa kalian tidak bertanya pada diri sendiri, sebenarnya untuk apa menebang pohon? “

“Meskipun kondisinya sering berubah, namun hasil akhirnya bergantung pada motif awal kalian. Jika ingin mengambil kayu bakar, kamu tebang pohon poplar ; sebaliknya tebanglah pohon pinus jika ingin membuat barang-barang kerajinan tangan.”

“Dan tentunya kalian tidak akan ke gunung sambil membawa kapak untuk menebang pohon tanpa alasan bukan !”

“Coba renungkan, seseorang, dimana selama sudah ada tujuan dalam pikirannya, maka saat melakukan sesuatu baru tidak akan bingung dengan berbagai kondisi.”



“Jadi, sudah jelas dan yakinkah dengan tujuan anda ? Dan lakukanlah setelah dipertimbangkan baik-baik.”

“Jika tidak punya tujuan, maka Anda tidak akan bisa meraih keinginan Anda dengan teguh.“

“Coba pikirkan tujuan-tujuan yang Anda lupakan itu, sekarang, apakah Anda sedang menapak ke jalan menuju tujuan anda ?”

Sumber: ptt01.cc/Jhn

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+