Selasa, 10 Oktober 2017

Memang Lampu LED Itu Hemat Energi dan Banyak digunakan Namun Tahukah Anda Apa Bahayanya. Coba Baca InI Deh Ternyata Bahaya Bagi Kesehatan Organ Tubuh

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Apabila Anda tinggal di kota – kota besar , pasti sudah tidak heran lagi dengan keberadaan lampu LED yang biasa dipasang di pinggir jalan atau diihalaman rumah. LED merupakan kependekan dari Light Emitting Diodes, yakni sebuah lampu hemat energi yang terbuat dari bahan semikonduktor, dan dapat memancarkan cahaya monokromatik. Lampu LED mempunyai bermacam-macam warna dan bentuk sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.



Saat ini, LED digadang-gadang sebagai sumber cahaya masa depan. Pasalnya lampu LED tidak memancarkan panas berlebihan, dan bisa menghemat energi listrik jauh lebih besar daripada lampu tradisional.

Sahabat medianda terkini jika dianilisiskan dalam porsentase, Pencahayaan lampu LED lebih hemat 85% dari listrik lampu pijar,

Lampu LED lebih hemat 50% dari listrik yang digunakan oleh lampu fluorescent. Lampu LED lebih hemat 50 % dari energi yang digunakan oleh CFL, dan lebih hemat antara 20-30% dari energi yang digunakan oleh lampu neon.

Sahabat medianda terkini selain itu, lampu LED juga bisa bertahan 50 kali lebih lama dibandingkan lampu pijar. Dalam pemakainnya, LED cenderung lebih awet dan tahan lama daripada lampu pijar, lebih sederhana, dan tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya.

Namun perlu untuk diketahui sahabat medianda terkini, walaupun lampu LED dianggap bisa menghemat energi dan mempunyai banyak keuntungan , lampu LED menyimpan bahaya khusus yang bisa mengintai kesehatan Anda terutama pada kesehatan mata.

Menurut penelitian dari American Medical Association (AMA) mengungkapkan jika penggunaan lampu LED sebagai penerangan jalan itu memiliki suhu warna tertentu (Colour Temperature/CT) yang ternyata bisa memicu kerusakan mata. American Medical Association (AMA) merekomendasikan agar cahaya LED tidak lebih dari CT 3000 Kelvin, agar tidak merusak retina.

Cahaya lilin menghasilkan CT sekitar 1800K, lampu pijar sekitar 2400K. sedangkan beberapa lampu LED yang dipasang di seluruh negeri mempunyaiCT di atas 4000K.

Dengan suhu yang terlalu tinggi pada LED ini menghasilkan panjang gelombang cahaya pada warna biru yang dapat memicu kerusakan pigmen sel-sel epitel retina mata. American Medical Association (AMA) juga sangat mewanti-wanti bagi negara yang berniat menggunakan LED sebagai penerangan jalan, harap berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya, dan sebisa mungkin harus mengurangi emisi cahayanya agar tidak menyebabkan silau yang bisa membuat kesehatan mata warganya rusak parah.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Inafeed
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+