Sabtu, 07 Oktober 2017

Hati-hati, Benci yang Terlalu Dalam Bisa Menimbulkan Rasa Cinta

MediandaTerkini – Kita tidak tau jodoh kita siapa ? Jodoh bisa datang dari mana saja. Bahkan jodoh datang saat dari yang engkau benci sekali pun, seperti mencintai orang yang awalnya sangat engkau benci. Kebencian itu malah membawa engkau pada perasaan sangat mencintai dan tidak mau kehilangannya. Padahal dulunya engkau sangat membencinya dan tidak mau melihat wajahnya karena beberapa hal tertentu. Yang pernah mengalami kejadian seperti itu mungkin hanya tersenyum manis saat membaca artikel ini. Oke mari kita lanjut



Melihat Mukanya Saja Sudah Membuatmu Muak dan Marah-Marah Sendiri

Jika dulu engkau sangat muak dan membenci serta merasa kesal sendiri ketika melihatnya. Engkau merasa bahwa dia adalah orang dengan wajah terburuk yang ada di muka bumi. Maka sekarang jika sehari engkau tak melihatnya engkau merasakan rindu yang sangat. Mungkin engkau berpikir aneh dan sedikit menjengkelkan. Tapi itulah cinta yang entah asalnya darimana.

Di Matamu, Dia Selalu Salah dan Tidak Boleh Benar

Entah dia benar atau salah, tapi menurut pandanganmu bahwa semua yang dia lakukan adalah salah. Engkau tidak akan terlalu peduli pada pendapat orang lain yang mengatakan engkau seakan menjudge dia seenaknya. Karena kebencianmu yang begitu besar membuatnya selalu salah dan perbuatannya tidak bisa diterima. Menurutmu bertemu dengannya adalah suatu kemalangan sendiri.

Namun Dibalik Rasa Benci yang Sangat, Engkau Mulai Mencoba Memperhatikannya. Awalnya Hanya Untuk Membuktikan Bahwa Dia Salah, Tapi Engkau Malah Tertarik Dengan Kehidupannya

Saking bencinya engkau sama dia, engkau juga mengajak teman-teman engkau untuk turut membenci dia. Engkau bahkan menyempatkan waktu untuk membuktikan kepada teman-temanmu bahwa dia salah. Tapi entah bagaimana, semakin lama engkau memperhatikan kehidupan dia, engkau malah semakin tertarik dan menyukai segala aktivitasnya. Namun, untuk menjaga gengsi engkau di depan teman-temanmu. Engkau tetap bersikap seolah-olah membenci dia.

Ketika Dia Mendapatkan Banyak Hinaan, Tiba-tiba Hatimu Terketuk dan Merasa Bersalah Sekaligus Kasihan

Engkau tahu engkau yang membuatnya marah dan dipermalukan oleh teman-temanmu. Tapi bukannya engkau bisa tersenyum bangga karena melihat orang yang engkau benci itu menderita. Aneh, sesekali engkau merasa kasihan dan tak enak hati saat melihatnya dibully dan dibenci banyak orang. Bahkan terkadang, baik sengaja atau tidak, engkau berusaha menolong dia dari kejahatan teman-teman engkau. Engkau merasa bersalah dan berharap bisa meminta maaf kepadanya.

Saat Semua Membencinya, Engkau Malah Berubah Menjadi Sedikit Perhatian Padanya Meski Tidak Secara Langsung

Ketika semua orang sudah benar-benar membencinya, engkau malah berubah. Engkau tidak lagi menguntit dia untuk mendapatkan kejelekannya, engkau memperhatikan dia karena membuat engkau tertarik dan penasaran dengan apa yang akan dia lakukan. Apakah dia akan membencimu ataukah dia akan memaafkan segala sikapmu yang sudah membuatnya tersakiti. Dalam rasa bersalahmu, engkau yang tidak tahu bagaimana caranya meminta maaf terus berusaha menolongnya ketika dia terkena masalah. Walaupun masih dengan sikap cuekmu atau berpura-pura tidak sengaja menolongnya.


Engkau Mulai Bertanya-tanya: “Mungkinkah Ini Karma?”

Ada sebuah nasehat yang berbunyi, janganlah engkau terlalu membenci sesuatu, karena bisa jadi itulah nantinya yang akan engkau sukai dan sebaliknya jangan pernah terlalu menyukai terhadap sesuatu, karena bisa jadi itu yang akan membunuh dan menyakitimu. Dari nasehat ini engkau dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa rasa cintamu yang begitu dalam bisa berawal dari rasa bencimu yang juga begitu mendalam kepadanya. Awalnya engkau berpikir bahwa dia adalah orang yang patut engkau benci. Tapi sebagai hukum karma, engkau malah menyukainya.

Akhirnya Kalian yang Dulunya Saling Membenci Kini Malah Saling Mencintai

Yah, pada akhirnya engkau dan dia yang mulanya membenci berubah menjadi saling mencintai bahkan benar-benar menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing karena sempat saling observasi pada saat engkau berusaha mencari kesalahan dia. Engkau bahkan merasa tenang dan nyaman saat mencintai orang yang dulunya engkau benci karena dia ternyata punya pemikiran yang sama seperti engkau.


Sumber : duapah.com
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hati-hati, Benci yang Terlalu Dalam Bisa Menimbulkan Rasa Cinta