Minggu, 10 September 2017

Wahai Muslimah, Menikahlah Dengan Pria Yang Mau Bekerja Keras, Bukan Sekadar Merengek Pada Orang TuaWahai Muslimah, Menikahlah Dengan Pria Yang Mau Bekerja Keras, Bukan Sekadar Merengek Pada Orang Tua

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini bagi wanita dewasa yang sudah matang, ketika melihat dan bertatap muka dengan seorang pria pastinya akan membuat hati berdegup kencang. Bukan sebab nafsu atau yang lain, hal tersebut terasa membahagiakan manakala anda bisa bersanding dengan orang tersebut. Perasaan tersebut bukan seolah-olah dia hanya orang biasa yang mudah datang dan pergi, namun dia adalah sosok dewasa yang dirasa siap untuk menghalalkanmu suatu saat nanti. Wanita yang sedang mengalami hal semacam ini patut berbangga sebab telah menemukan cinta yang sesungguhnya.



“Siap bukan berarti kaya berlimpah materi. Namun bersedia membanting tulang untuk senantiasa memantaskan diri.”

Ketika kamu melihat dan berbicara dengan pria ini, hatimu berdegup kencang seolah tidak mau berhenti. Bukan soal nafsu atau apa, kamu hanya sangat bahagia ketika dapatbersanding dengannya. Dia juga bukan orang biasa yang cukup datang silih berganti, namun sosok dewasa yang siap menghalalkanmu suatu saat nanti. Kamu patut berbangga, sebab inilah cinta yang sesungguhnya.

Bersama Hipwee Wedding, kamu akan segera tahu bahwa melenggang ke pernikahan bersama pria yang mau bekerja keras itu lebih bahagia, dibanding hanya bergantung sepenuhnya pada orang tua.

Pria ini berbeda, dia mau saja pergi pagi-pulang pagi hanya untuk bekerja. Bukan foya-foya

Sahabat medianda terkini bukan cuma tuntutan usia yang memaksanya untuk keras dalam bekerja, namun kamu yang selama ini menjadi penyemangat haruslah selalu dia jaga. Menjagamu dari kepayahan serta kesusahan adalah prioritas utamanya, selain mengumpulkan pundi-pundi dana untuk mencukupi kebutuhannya.

Dia juga ‘anti’ untuk merepotkan orang tua di rumah, kecuali benar-benar butuh. Keputusannya untuk mendedikasian diri sebagai pria yang penuh tanggung jawab juga sudah bulat, dan mustahil untuk kembali diralat. Tugasmu hanya satu, senantiasa menyayangi dan mendampinginya sepanjang waktu.

Dia mungkin berasal dari keluarga berada, namun bukan berarti terus bermanja atau bangga sebab gelimangan harta

Tidak ada manusia sempurna, termasuk pria yang sedang kamu jatuhkan hatinya. Awalnya mungkin kamu boleh besar kepala sebab latar belakang keluarga kayanya, namun belakangan ini cintamu justru makin menggelora sebab begitu keras usahanya untuk bekerja dan lepas dari orang tua. Perihal warisan yang pasti kelak dia dapatkan, tidak pernah sekalipun dibahas di sela-sela obrolan.

Pria ini sangat sederhana, meski sedari kecil terbiasa disuguhkan gelimangan harta.

Lebih banyak mengatasi masalahnya sendiri atau membahasnya dengan kelembutan, menjadikannya pria kuat nan mandiri

Ketika jam kantor memaksanya untuk lembur dan meninggalkan rumah berhari-hari, kata mengeluh tidak pernah terucap dari bibirnya. Dia mungkin hanya bergumam, bahwa hal-hal sepele seperti inilah adalah merupakan ujian untuk lebih meningkatkan kedewasaan.

Hal yang Harus Kamu Perhatikan Jika Ingin Wanita Batidak Menjadi Pendampingmu

Pun saat beradu argumen denganmu, pria ini lebih sering mengalah untuk menenangkanmu. Bukan lembek atau tidak tegas, inilah hal terbaik yang bisa dia lakukan demi kamu dan masa depan hubungan kalian.

Sekecil apapun hasil yang didapat, pria ini tidak ragu untuk berbagi dan mengajakmu menjadi kawan bersyukur yang tepat

“Nggak apa-apa, Sayang. Ini belum rejeki kita. Besok pasti ada gantinya, yang penting kita sabar dan terus berusaha.”

Meski tergolong pria berparas tampan dan mempunyai pekerjaan mapan, priamu ini jarang sekali jumawa. Baginya, mengajarimu arti penting bersyukur pada Tuhan itu jauh lebih penting, dibanding sekadar kencan dan mengumbar rayuan-rayuan gombal. Perihal rasa terimakasih yang tidak pernah lelah dia ucapkan ini, dia juga berharap bahwa kamu adalah satu-satunya perempuan yang nantinya akan mengerti.

Jarang mengandalkan mereka, bukan berarti rasa hormatnya hilang kepada Ibu Bapaknya

Jangankan memperkenalkanmu pada orang tuanya, calon imammu ini juga tidak pernah ragu untuk berkata ‘iya’ jika ditanya tantang kesiapannya untuk menikahimu nanti. Dengan penuh rasa hormat, dia juga selalu menjadikan Ibu Bapaknya sebagai prioritas utama, dalam setiap do’a dan usaha kerasnya. Dia pun sekarang jauh lebih dewasa, sebab sudah paham betul kalau tidak bisa selamanya mengandalkan orang tua.

Ingat, pria yang kamu sayangi ini akan selalu jadi anak kecil yang lucu, bagi kedua orang tuanya.

Lepas masa lajangmu dengan dia yang mau mati-matian berusaha, bukan cuma santai dan menggantungkan diri pada apa yang ada saja.

Semoga bermanfaat.

  

Sumber:Intisari9
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+